Geografi Indonesia
Indonesia
memiliki sekitar 17.504
pulau (menurut data tahun 2004; lihat pula:
jumlah pulau di Indonesia), sekitar 6.000
di antaranya tidak berpenghuni tetap, menyebar sekitar
katulistiwa,
memberikan cuaca tropis. Pulau terpadat penduduknya adalah pulau Jawa, di mana
lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia. Indonesia terdiri dari 5
pulau besar, yaitu:
Jawa,
Sumatra,
Kalimantan,
Sulawesi, dan
Irian Jaya
dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau
kepulauan Indonesia.
[1]
Peta garis kepulauan Indonesia, Deposit oleh Republik
Indonesia pada daftar titik-titik koordinat geografis berdasarkan pasal 47,
ayat 9, dari Konvensi PBB tentang Hukum Laut
[2][3]
Indonesia
memiliki lebih dari 400 gunung berapi and 130 di antaranya termasuk gunung
berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak
terlihat dari permukaan laut. Indonesia
merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif (
Ring of Fire).
Terdapat puluhan patahan aktif di wilayah Indonesia.
Iklim
Indonesia
mempunyai
iklim tropik basah yang
dipengaruhi oleh
angin monsun barat dan monsun timur. Dari bulan
November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut membawa banyak
uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni hingga Oktober angin bertiup
dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di dataran
rendah Indonesia
berkisar antara 23 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.
Namun suhu juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat
Celsius pada musim kemarau di
lembah Palu - Sulawesi dan di
pulau Timor sampai di bawah 0 derajat Celsius
di
Pegunungan Jayawijaya - Irian. Terdapat salju
abadi di puncak-puncak pegunungan di Irian: Puncak Trikora (Mt. Wilhelmina
- 4730 m) dan Puncak Jaya (Mt.
Carstenz, 5030 m).
Ada 2 musim di Indonesia yaitu
musim hujan
dan
musim
kemarau, pada beberapa tempat dikenal
musim pancaroba,
yaitu musim di antara perubahan kedua musim tersebut.
Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga
sangat bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500
milimeter setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya
rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara,
Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara,
Maluku Utara dan
delta Mamberamo di Irian.
Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi
El-Nino yaitu gejala penyimpangan
cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat.
Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang
lebat dan lebih panjang dari biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung
dari berbagai macam faktor, antara lain indeks Osilasi selatan atau
Southern Oscillation.
Potret Komoditas Tambang Indonesia
Ungkapan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam
tentu tidaklah berlebihan. Besarnya nilai ekspor tambang nasional menjadi
indikasi tingginya potensi ekonomi dari kandungan barang tambang dan mineral.
Prospeknya pun baik seiring masih tingginya kebutuhan dunia akan komoditas
tersebut.
Mari kita lihat gambaran ekspor Indonesia selama enam tahun
terakhir. Berdasarkan klasifikasi SITC 3 digit, produk hasil pertambangan dan
perkebunan mendominasi nilai ekspor Indonesia ke dunia.
Pada tahun 2009, nilai ekspor barang hasil
tambang (gambar 1) mencapai 39,2 miliar dollar Amerika Serikat atau meningkat
hingga 179 persen dari tahun 2004, yang hanya sebesar 14 miliar dollar AS.
courtesy of Kompas
Sementara itu, kontribusinya cenderung bergerak
stagnan, yaitu di kisaran 33 persen dari total ekspor nasional. Apabila kita
lihat lebih mendalam, tiga rangking teratas nilai ekspor pertambangan masih
dipegang oleh komoditas batu bara (SITC kode 321), gas alam (SITC kode 343),
dan minyak mentah (SITC kode 333).
Posisi selanjutnya berasal dari produk mineral,
seperti bijih dan konsentrat tembaga (SITC kode 283) dan bijih nikel (SITC kode
284).
Krisis ekonomi tahun 2008 silam, tidak pelak,
memengaruhi laju pertumbuhan ekspor ketiga komoditas favorit tersebut. Harga
komoditas terjun bebas seiring melambatnya permintaan dan pesimisme akan
prospek ekonomi global.
Ekspor minyak mentah yang mencapai 9,2 miliar dollar AS pada tahun 2007
turun menjadi hanya 7,8 miliar dollar AS pada tahun 2009 (berkontraksi 15,2
persen).
Sementara ekspor gas alam nilainya turun dari 9,7
miliar dollar AS menjadi 8,7 miliar dollar AS atau melemah 10,3 persen.
Komoditas batu bara masih lebih beruntung karena mampu tumbuh dari 6,7 miliar
dollar AS menjadi 13,8 miliar dollar AS (naik 106 persen).
Lalu, bagaimana potret ekspor ketiga komoditas
tambang itu saat ini?
Minyak bumi
Nilai ekspor minyak bumi Indonesia memang terus menguat.
Namun, kenaikan ini ternyata belum diimbangi naiknya volume ekspor.
Lihat saja perkembangan volume ekspor minyak
mentah nasional dalam satu dekade terakhir. Pada tahun 2000, Indonesia mampu mengekspor minyak
hingga 225 juta barrel. Namun, pada tahun 2009 volumenya hanya mencapai 117
juta barrel atau tergerus 48 persen.
Dalam kurun waktu tersebut, negara yang menjadi
tujuan utama ekspornya adalah Australia, Jepang, dan China, dengan persentase
masing-masing sebesar 20 persen, 17,8 persen, dan 16,4 persen dari total ekspor
minyak nasional.
Turunnya volume ekspor minyak bumi ini berkaitan
dengan melemahnya produksi minyak dalam negeri. Volume produksi minyak menurun
dari 517 juta barrel (2000) menjadi 337 juta barrel (2009). Bersamaan dengan
melemahnya volume produksi, cadangan minyak bumi di Indonesia pun terus menipis.
Tabel 1 menunjukkan perbandingan cadangan minyak mentah negara di kawasan
Asia Pasifik. Pada akhir 2008, China
tercatat mempunyai cadangan minyak terbesar di area ini, yaitu mencapai 15,4
miliar barrel atau 1,2 persen dari cadangan minyak dunia. Sementara itu,
cadangan minyak Indonesia
diperkirakan mencapai 3,7 miliar barrel atau 0,3 persen dari total cadangan
dunia. Stok cadangan Indonesia
ini terus turun dari 10 tahun silam, yang mencapai 5,1 miliar barrel.
Sementara itu, rasio cadangan minyak terhadap
tingkat produksi tahunan (rasio C/P) menunjukkan bahwa Vietnam memiliki umur ekonomis
minyak yang lebih panjang di antara negara lain, yaitu mencapai 40 tahun.
Indonesia sendiri dengan cadangan yang ada,
ditambah asumsi tingkat produksi minyak konstan di level 357 juta barrel per
tahun (produksi aktual tahun 2008) dan tanpa penemuan cadangan minyak baru,
stok cadangan ini diperkirakan akan terkuras dalam tempo 10 tahun.
Tentunya investasi dan aktivitas eksplorasi untuk
mendapatkan lapangan minyak prospektif mutlak dilakukan. Kondisi tersebut
mengingat masih tingginya ketergantungan banyak negara pada komoditas minyak
sebagai sumber energi utama.
Gas alam dan batu bara
Seiring turunnya volume produksi dan ekspor
minyak mentah serta terdongkraknya harga energi di pasar global, pamor gas alam
dan batu bara mulai terangkat.
Nilai ekspor kedua komoditas ini bahkan melampaui
ekspor minyak bumi sejak tahun 2005. Volume produksi gas alam cenderung stabil,
yaitu dari 2,8 miliar MSCF (2000) menjadi 3,0 miliar MSCF (2009) atau naik 4,5
persen.
Naiknya produksi gas alam diikuti kenaikan volume
pemanfaatannya sebesar 4 persen. Cadangan gas alam kita pun relatif besar,
yaitu mencapai 3,2 triliun meter kubik (2008) atau 1,7 persen dari cadangan gas
alam di dunia. Rasio C/P gas alam bahkan menunjukkan cadangan ini mampu
bertahan hingga 45 tahun.
Di sisi lain, volume batu bara yang kita produksi pun makin meroket, yaitu
dari 112 juta ton (2003) menjadi 208 juta ton (2009) atau naik hingga 84
persen. Volume ekspornya pun tumbuh lebih kencang hingga 92 persen.
Permintaan ekspor kedua komoditas ini umumnya
datang dari negara-negara Asia. Pada tahun
2009, Jepang dan Korea
tercatat menjadi pengimpor utama gas alam Indonesia, dengan porsi
masing-masing mencapai 53 persen dan 16 persen dari total ekspor gas alam
nasional.
Pada periode yang sama, Jepang,
China, India, dan Korea
mendominasi pembelian batu bara Indonesia
dengan nilai lebih dari 8 miliar dollar AS.
Dari keempat negara tersebut, pertumbuhan
permintaan batu bara dari China
tergolong pesat. Ekspansi ekonomi yang kencang memang membuat China haus akan sumber daya energi.
Pada tahun 2007, misalnya, China mengimpor batu bara Indonesia dengan nilai 452 juta
dollar AS atau tumbuh 132 persen. Memasuki tahun 2009, permintaan batu bara
bahkan lebih besar, yaitu mencapai 2 miliar dollar AS atau naik 186 persen.
"Panasnya" potensi keuntungan dari
komoditas tambang, terutama batu bara, membuat banyak investor berduyun-duyun
menginvestasikan dananya di Indonesia.
Hal ini bisa kita cermati dari kenaikan angka
realisasi investasi pertambangan. Pada tahun 2009, realisasi investasi domestik
di bidang pertambangan mencapai Rp 1,79 triliun, meningkat lebih dari 245
persen dari tahun sebelumnya. Sementara realisasi investasi luar negeri naik
67,8 persen menjadi 304,5 juta dollar AS.
Diskusi di atas menunjukkan betapa besarnya
pengaruh komoditas tambang terhadap postur ekspor nasional. Ekspor minyak
mentah mulai menurun dan posisinya tergantikan oleh barang tambang lain yang
lebih besar cadangannya, yaitu gas alam dan batu bara.
Dalam beberapa tahun ke depan, prospek ekspor
komoditas tambang tampaknya masih kinclong. Seiring laju pemulihan ekonomi
global yang dipercaya makin stabil dan terus berekspansi, permintaan sumber
daya ini pun akan semakin meningkat.
Namun, perlu diingat, selain produksi, faktor
harga global berperan penting. Fluktuasi harga komoditas di pasar internasional
dapat memberikan dampak besar bagi ekspor hasil tambang ini.
Selain itu, hasil tambang adalah komoditas
kemilau yang tidak dapat terbarukan atau akan habis di masa datang. Artinya,
kita wajib memajukan sektor dan komoditas usaha lain agar dapat menopang ekspor
nasional.
Contohnya, komoditas manufaktur. Nilai tambah
industri manufaktur yang lebih tinggi diyakini lebih memberikan fondasi yang
mumpuni untuk kemajuan ekspor di masa depan.
Mata Pencaharian Masyarakat Indonesia
Cobalah mengamati lingkungan sekitarmu. Identifikasikan kegiatan ekonomi
orang-orang di daerahmu. Apakah pekerjaan mereka? Pekerjaan yang rutin
dilakukan dan mendatangkan nafkah dinamakan mata pencaharian. Hal ini bisa
dilihat dari corak kehidupan penduduk setempat. Berdasarkan ciri yang
dimilikinya, kehidupan penduduk dapat dibedakan menjadi dua corak, yakni corak
kehidupan tradisional (sederhana) dan corak kehidupan modern (kompleks).
Masing-masing corak kehidupan memiliki ciri tersendiri.
Mata pencaharian penduduk yang memiliki corak sederhana biasanya sangat
berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian,
perkebunan, dan peternakan. Sementara, mata pencaharian penduduk yang memiliki
corak modern biasanya lebih mendekati sektor-sektor yang tidak terlalu
berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam seperti jasa,
transportasi, dan pariwisata. Selanjutnya kita akan mempelajari beberapa pola
kegiatan ekonomi penduduk di Indonesia
yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan.
1. Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman
pangan. Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata
pencaharian utamanya. Berdasarkan bentuknya, pertanian dapat dibedakan sebagai
berikut.
a. Persawahan
Persawahan merupakan pertanian tetap (tidak berpindah) yang menggunakan
lahan basah yang diairi secara teratur. Tanaman yang biasanya ditanam pada
persawahan adalah padi. Berdasarkan cara pengairannya, persawahan dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.
1) Persawahan irigasi, yakni persawahan yang menggu-nakan sistem pengairan
tetap dan teratur dengan membangun saluran pengairan yang mengambil sumber air
dari sungai atau danau atau dikenal dengan istilah
irigasi.
2) Persawahan lebak yaitu persawahan yang berada di kanan kiri sungai-sungai
yang besar. Sistem pengairannya mengandalkan air sungai yang ada.
3) Persawahan tadah hujan, yakni persawahan yang sistem pengairannya mengandalkan
air hujan atau tergantung pada curah hujan. Pada musim kemarau, biasanya lahan
ditanami tanaman-tanaman palawija.
4) Persawahan pasang-surut, yakni persawahan yang sistem pengairannya
memanfaatkan air muara atau rawa yang pasang. Oleh karena itu, persawahan ini
biasanya ditemukan di kawasan pantai atau sungai besar yang landai dan memiliki
lahan pasang surut.
b. Tegalan
Selain persawahan, usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan
dapat juga dilakukan dengan menggunakan lahan kering yang disebut dengan
tegalan. Tegalan berlokasi pada lahan yang tetap, tidak berpindah-pindah.
Tanaman-tanaman yang ditanam pada tegalan biasanya lebih beragam dibandingkan
ladang.
c. Perladangan
Selain dilakukan secara menetap, pertanian juga bisa dilakukan secara
berpindah-pindah yang disebut dengan perladangan. Perladangan merupakan usaha
pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dengan cara
berpindah-pindah (
nomaden) untuk mencari lahan-lahan kosong yang
bertanah subur. Lahan yang digunakan dalam perladangan biasanya merupakan lahan
kering. Selain berpindah-pindah, pertanian ladang juga belum mengenal sistem
irigasi, pengolahan tanah, dan pemupukan. Perladangan biasanya dilakukan
penduduk dengan cara membabat pepohonan pada lahan yang ada di hutan dan
kemudian ditanami dengan tanaman-tanaman tertentu. Tanaman yang biasa ditanam
di ladang antara lain tanamantanaman palawija, padi huma, umbi-umbian, dan
lainnya.
Perladangan kurang baik bagi kelestarian hutan, bila berlangsung secara
terus-menerus dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga tanah mudah terkena
erosi. Sistem pertanian ladang atau petani nomaden banyak dijumpai di
daerah-daerah yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas seperti Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
2. Perkebunan
Pernahkah kamu mengunjungi atau melihat perkebunan the atau kelapa sawit?
Bagaimana luas perkebunan itu menurutmu? Tanaman yang ditanam pada perkebunan
tidak terbatas pada tanaman pangan utama, namun juga berbagai jenis tanaman
pangan tambahan semacam buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa jenis tanaman
yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di perkebunan, misalnya
kapas, kelapa sawit, tembakau, dan sebagainya.
Perkebunan dapat dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah
maupun luas yang memerlukan modal besar.
3. Peternakan
Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik
untuk dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan.
Faktor-faktor yang mendorong usaha peternakan di Indonesia antara lain sebagai
berikut.
a. Mempunyai padang
rumput yang luas.
b. Iklimnya cocok untuk persyaratan hidup ternak.
c. Memperluas lapangan kerja di bidang peternakan.
d. Dapat diambil bermacam-macam manfaat, seperti dimanfaatkan tenaganya,
daging, kulit, susu, dan kotorannya untuk pupuk pertanian.
Peternakan biasanya merupakan mata pencaharian sampingan dari penduduk yang
menjalankan usaha pertanian. Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan,
peternakan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar,
peternakan hewan kecil, dan peternakan hewan unggas.
a. Peternakan Hewan Besar
Peternakan jenis ini membudidayakan hewan-hewan bertubuh besar, seperti
sapi, kuda, dan kerbau. Ternak hewan-hewan bertubuh besar diambil manfaatnya
dalam bentuk susu, daging, kulit, dan tenaganya sebagai alat transportasi.
Selain itu, kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk alamiah yang diperlukan
dalam usaha pertanian dan perkebunan.
b. Peternakan Hewan Kecil
Peternakan hewan kecil membudidayakan hewan-hewan bertubuh kecil, seperti
babi, kambing, domba, kelinci, dan lainnya. Manfaat beternak hewan-hewan kecil
adalah untuk diambil susu, daging, dan kulitnya.
c. Peternakan Hewan Unggas
Ayam, bebek, angsa, itik, dan puyuh merupakan beberapa contoh hewan unggas
yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Manfaat beternak hewan-hewan unggas
adalah untuk diambil daging, telur, bulu, atau sebagai penghibur untuk
dinikmati suara atau keindahannya.
4. Perikanan
Negara kita kaya akan potensi perikanan. Selain memiliki laut yang luas dan
garis pantai yang panjang, Indonesia
juga memiliki sumber air darat yang melimpah. Semua potensi tersebut dapat
digunakan untuk mendukung sektor perikanan.
Berdasarkan jenis perairannya, usaha perikanan dapat dibedakan sebagai
berikut.
a. Perikanan Darat
Perikanan darat merupakan usaha pembudidayaan atau penangkapan ikan yang
dilakukan di daratan. Pembudidayaan perikanan darat dapat dilakukan di tambak,
keramba, kolam, empang, dan lainnya. Perikanan darat dibedakan menjadi dua,
yaitu sebagai berikut.
1) Perikanan air payau, dilakukan di tepi-tepi pantai yang datar dalam
bentuk tambak atau empang. Jenis ikan yang diusahakan adalah udang dan bandeng.
2) Perikanan air tawar, meliputi perikanan di sawah, kolam, danau, sungai,
dan keramba. Jenis-jenis ikan yang diusahakan adalah ikan mas, nila, lele,
gurami.
b. Perikanan Laut
Usaha pembudidayaan atau penangkapan hewan-hewan laut disebut dengan
perikanan laut. Penangkapan hewan-hewan laut biasanya dilakukan oleh penduduk
yang tinggal di kawasan pesisir. Nelayan biasanya menangkap hewan-hewan laut di
kawasan laut-laut dangkal atau zona neritik. Secara tradisional, para nelayan
biasanya menggunakan perahuperahu kecil. Penangkapan besar-besaran biasanya
menggunakan perahu motor yang besar. Jenis peralatan yang digunakan untuk
menangkap ikan sangat beragam, misalnya pancing, jala, jaring, sero, dan
lainnya. Potensi perikanan laut Indonesia
sangat besar, karena hampir 60% wilayah Indonesia merupakan perairan laut.
Jenis ikan yang dihasilkan antara lain tongkol, cucut, biawak, dan tuna.
Pusat perikanan laut di Indonesia
adalah:
1) Bagan Siapi-api (Riau) merupakan pelabuhan ikan terbesar di Indonesia.
2) Cilacap dan Tegal (Jawa Tengah)
3) Muncar (Banyuwangi, Jawa Timur)
4) Airtembaga (Sulawesi Utara).
Hasil penangkapan ikan, baik perikanan darat atau laut perlu diawetkan agar
dapat bertahan lama. Cara-cara yang bisa dilakukan antara lain pendinginan,
penggaraman, pemindangan, pengasapan, dan pengalengan.
5. Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan
kawasan yang ditumbuhi beragam jenis pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal
berbagai jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil
hutan. Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki banyak hutan karena
curah hujan yang tinggi.
Hutan di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain
sebagai berikut.
a. Berdasarkan Asalnya atau Terjadinya Hutan
1) Hutan alami, yaitu hutan yang tumbuh secara almiah. Contoh: hutan rimba.
2) Hutan buatan, yaitu hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk diambil
hasil kayunya untuk industri. Contoh: hutan karet dan hutan jati.
b. Berdasarkan Jenis Tanamannya
1) Hutan homogen, yaitu hutan yang hanya terdiri atas satu jenis tanaman
saja. Contoh: hutan jati dan hutan pinus.
2) Hutan heterogen, yaitu hutan yang terdiri atas bermacammacam jenis
tanaman, biasanya merupakan hutan alami.
c. Berdasarkan Fungsi atau Manfaatnya
1) Hutan produksi, yaitu hutan yang ditanam untuk dimanfaatkan kayunya,
getahnya, dan sebagainya. Contoh hutan jati, hutan pinus, dan hutan karet.
2) Hutan lindung, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi tanah dari
erosi dan untuk konservasi hutan. Hutan ini banyak dijumpai di pegunungan atau
lerenglereng bukit.
3) Hutan suaka, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi jenis tumbuhan
(cagar alam) dan jenis hewan tertentu (suaka margasatwa). Contoh: Kebun Raya Bogor dan Ujung Kulon
(badak bercula satu).
4) Hutan wisata, yaitu hutan yang difungsikan untuk wisata dan rekreasi.
Secara umum fungsi dan manfaat hutan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu
sebagai berikut.
a. Fungsi hidrologis yaitu dapat menyimpan cadangan air.
b. Fungsi ekonomis yaitu dapat diambil hasilnya untuk kegiatan produksi
sehingga mendatangkan devisa bagi negara.
c. Fungsi klimatologis yaitu dapat mengatur cuaca atau iklim dan menyegarkan
udara.
d. Fungsi orologis yaitu untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Oleh karena begitu pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan, maka
kelestariannya perlu dijaga dari kerusakan, baik dari kebakaran hutan dan
penebangan hutan secara liar (
ilegal logging).
6. Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah
sumber daya alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan
manusia. Kegiatan pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian dan
pengambilan saja, namun juga meliputi upaya-upaya pengolahan sumber daya
tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai bahan dasar industri.
Secara garis besar barang tambang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu
sebagai berikut.
a. Berdasarkan manfaat atau kegunaannya, barang tambang dapat dibedakan ke
dalam tiga golongan.
1) Golongan A, yaitu barang tambang strategis dan penting untuk perekonomian
negara. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, bijih besi, tembaga, dan
nikel.
2) Golongan B, yaitu barang tambang yang vital dan penting bagi kehidupan
orang banyak atau penting untuk hajat hidup orang banyak. Contohnya emas,
perak, belerang, fosfat, dan mangan.
3) Golongan C, yaitu barang tambang yang secara langsung digunakan untuk
bahan keperluan industri. Contohnya batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan
batu apung.
b. Berdasarkan bentuknya, barang tambang dikelompokkan sebagai berikut.
1) Barang tambang berbentuk energi, yaitu barang tambang yang dapat
menghasilkan tenaga atau energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, dan uranium.
2) Barang tambang berbentuk mineral logam. Contohnya timah, tembaga, bijih
besi, emas, perak, dan nikel.
3) Barang tambang berbentuk mineral bukan logam. Contohnya intan, belerang,
gamping, marmer, pasir kwarsa, dan fosfat.
Selain dari pengelompokan di atas, barang tambang dapat dikelompokkan
berdasarkan bahan asal pembentukannya yaitu mineral organik dan mineral
anorganik. Mineral organik yaitu mineral yang berasal dari sisa makhluk hidup
misalnya gas alam, minyak bumi, dan batubara. Mineral anorganik yaitu mineral
yang berasal dari sisa-sisa bahan anorganik misalnya kaolin,
batu, pasir kwarsa, yodium. Adapun mineral logam bukan berasal dari organik
ataupun anorganik.
Untuk mendapatkan barang tambang yang masih terdapat di alam perlu dilakukan
beberapa tahapan. Tahap pertama adalah
eksplorasi yaitu melakukan
kegiatan penyelidikan dan penelitian pada suatu daerah yang diperkirakan
mengandung barang tambang tertentu. Tahap selanjutnya adalah
eksploitasi yaitu
tahap pengambilan atau penambangan barang tambang di dalam bumi. Wilayah Indonesia
sangat kaya akan potensi sumber daya alam. Namun begitu, belum semua potensi
yang dimiliki telah dipergunakan secara maksimal.
7. Perindustrian
Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau
barang setengah jadi menjadi barang jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang
pencaharian yang terus meningkat. Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus
mendorong bidang perindustrian agar lebih maju, sehingga dapat menampung banyak
tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses produksinya, industri dapat
digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri besar.
a. Industri Kecil
Industri kecil merupakan kegiatan industri dalam skala terbatas. Jenis
industri ini biasanya berbasis pada rumah tangga. Jumlah tenaga kerjanya pun
terbatas dan teknologi yang digunakan dalam industri ini tidak terlalu
kompleks. Contohnya antara lain rumah batik, pembuatan makanan ringan,
pembuatan anyam-anyaman, dan sebagainya.
b. Industri Menengah
Industri menengah merupakan kegiatan industri yang tidak berbasis pada rumah
tangga. Jumlah tenaga kerjanya lebih banyak dari industri kecil dan teknologi
yang digunakan dalam industri ini sudah mulai melibatkan mesin-mesin dalam
jumlah terbatas. Contohnya antara lain industri percetakan, konfeksi, dan
penggergajian kayu.
c. Industri Besar
Industri besar kegiatannya dalam skala besar. Jenis industri ini memerlukan
modal besar, dengan jumlah tenaga kerja sangat banyak, dan teknologi yang
digunakan sangat kompleks yaitu melibatkan mesin-mesin berukuran besar
dalam jumlah banyak. Contohindustri besar adalah pembuatan mobil, pesawat terbang,
dan pengolahan besi.
8. Pariwisata
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata
pencaharian di sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan
jasa sebagai pemandu (
guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga
agen perjalanan. Indonesia
merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan potensi pariwisata. Keindahan
alam Indonesia
sangat terkenal hingga ke berbagai negara. Namun, masih sedikit penduduk Indonesia
yang bekerja di bidang pariwisata.
9. Transportasi dan Jasa
Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai
atau melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan
pemindahan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian
penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi
terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya
antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi,
pilot, masinis, dan sebagainya.
10.Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari
produsen pada konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan jumlah
barang atau komoditi tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan lain.
Berdasarkan besaran dan jenis barang, perdagangan dapat dikelompokkan menjadi
perdagangan kecil, perdagangan menengah, dan perdagangan besar. Perdagangan
kecil, kegiatannya berupa penyaluran barang langsung kepada pembeli (eceran).
Perdagangan menengah kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar
pada pedagang kecil sehingga tidak melibatkan konsumen. Perdagangan besar
kegiatan melibatkan produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar
dengan para pedagang menengah.
1.
Sumber Daya Manusia
Pertumbuhan penduduk adalah
perubahan
populasi
sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam
sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran.
Sebutan
pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu
mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan
demografi nilai
pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan
penduduk
dunia.
Penyebaran penduduk dapatlah
diartikan pindahnya penduduk dari satu tempat ke tempat lain oleh apapun
sebabnya, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penduduk. Prosesnya
dengan imigrasi atau emigrasi dan transmigrasi.
angkatan kerja adalah
penduduk usia
produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi
sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan. Angkatan
kerja dikelompokkan menjadi 4
golongan, yaitu :
1. Mereka yang bekerja penuh adalah angkatan kerja yang aktif menyumbangkan
tenaganya dalam kegiatan produksi.
2. Pengangguran terbuka atau
open unemployment
adalah mereka yang sama sekali tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan
(sewaktu-waktu siap bekerja)
3. Setengah menganggur atau
under unemployment
adalah mereka yang bekerja tidak sesuai dengan pendidikan/keahliannya atau
tidak menggunakan sepenuh tenaganya karena kekurangan lapangan perkerjaan.
Contoh : Seorang sarjana bekerja tidak sesuai dengan pendidikannya.
4. Pengangguran tersembunyi/tersamar atau disebut
disguise employment,
artinya suatu pekerjaan dikerjakan oleh pekerja yang berlebihan sehingga mereka
tidak bekerja maksimal.
Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan
spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU
No.20 tahun 2003)
Investasi
Investasi adalah suatu
istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan
keuangan dan
ekonomi. Istilah
tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk
aktiva dengan suatu
harapan mendapatkan
keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga
sebagai
penanaman modal.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia